fbpx

Proporsional Tertutup dan Proporsinal Terbuka

Era Demokrasi Digital Sudah Dimulai

Table of Contents

Pemilihan umum (Pemilu) proporsional adalah sistem pemilihan dimana suara yang diterima oleh partai politik atau kandidat dipetakan ke kursi yang tersedia di parlemen atau badan legislatif lainnya dengan proporsi yang sesuai. Sistem ini digunakan di banyak negara di seluruh dunia dan terdapat dua jenis sistem proporsional yang umum digunakan: sistem proporsional terbuka dan sistem proporsional tertutup.

Sistem Proporsional Tertutup

Sistem proporsional tertutup adalah sistem pemilihan dimana pemilih memilih partai politik bukan kandidat individual. Setiap partai menempatkan daftar kandidat yang disusun sebelumnya, dan urutan kandidat di daftar tersebut ditentukan oleh partai politik. Suara yang diterima oleh setiap partai kemudian dihitung, dan kursi parlemen dibagi antara partai politik sesuai dengan persentase suara yang mereka terima. Kandidat yang terpilih kemudian dipilih dari urutan kandidat di daftar partai politik tersebut.

Sejarah Sistem Proporsional

Sistem proporsional pertama kali digunakan di Belgia pada tahun 1899. Sistem ini kemudian diadopsi oleh sejumlah negara Eropa dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin. Di beberapa negara, seperti Jerman dan Spanyol, partai politik harus memperoleh sejumlah suara minimal untuk memperoleh kursi di parlemen. Sistem ini dikenal sebagai klauzula penghalang.

Undang-Undang yang Mengatur Sistem Proporsional Di Indonesia, pemilihan umum menggunakan sistem proporsional tertutup diatur oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Undang-undang ini mengatur bahwa pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD dilakukan dengan sistem proporsional.

Kelebihan dari sistem proporsional tertutup adalah:

  • Mudah dipahami dan dioperasikan
  • Mendorong partai politik untuk bersatu dan memperkuat identitas partai politik
  • Mengurangi persaingan di antara kandidat dari partai yang sama

Namun, sistem ini memiliki kekurangan, yaitu:

  • Memperkuat kendali partai politik atas daftar kandidat
  • Meminimalkan partisipasi pemilih dalam menentukan siapa yang akan terpilih
  • Tidak memungkinkan pemilih untuk memilih kandidat yang paling mereka sukai dari partai politik tertentu.

Sistem Proporsional Terbuka

Sistem proporsional terbuka adalah sistem pemilihan umum di mana partai politik diberikan jumlah kursi di parlemen yang proporsional dengan persentase suara yang mereka peroleh dalam pemilihan tersebut. Dalam sistem ini, kursi di parlemen dibagi di antara partai-partai politik sesuai dengan jumlah suara yang mereka terima dalam pemilihan.

Dalam sistem proporsional terbuka, para pemilih memberikan suara untuk partai politik daripada untuk calon individu. Setelah pemilihan, partai politik kemudian menentukan siapa yang akan menduduki kursi yang mereka peroleh dalam parlemen. Hal ini memungkinkan berbagai partai politik untuk mendapatkan kursi dalam parlemen, termasuk partai-partai kecil yang mungkin tidak memiliki cukup suara untuk memenangkan kursi dalam sistem pemilihan lain yang lebih tradisional.

Sistem proporsional terbuka banyak digunakan di negara-negara Eropa dan di beberapa negara lain di seluruh dunia. Salah satu keuntungan utama dari sistem ini adalah bahwa ia memungkinkan representasi yang lebih adil dari berbagai partai politik dan perspektif politik dalam parlemen. Namun, sistem ini juga dapat memunculkan beberapa masalah, seperti ketidakstabilan politik dan kesulitan dalam membentuk koalisi pemerintahan yang stabil.

Kelebihan sistem proporsional terbuka adalah:

Salah satu kelebihan dari sistem pemilu proporsional terbuka adalah bahwa partai politik dan kandidat minoritas dapat memperoleh kursi di parlemen, yang mewakili dukungan dari sebagian kecil pemilih. Hal ini memungkinkan partai politik dan kandidat minoritas untuk memiliki suara dalam proses pengambilan keputusan di parlemen. Selain itu, sistem ini juga memungkinkan pemilih untuk memilih kandidat yang dianggap terbaik dari partai tertentu.

Kekurangan sistem proporsional terbuka adalah:

Namun, sistem pemilu proporsional terbuka juga memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang sering disebutkan adalah bahwa sistem ini dapat menghasilkan koalisi pemerintahan yang tidak stabil, karena partai politik kecil atau minoritas dapat memperoleh kursi dan dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan di parlemen. Selain itu, sistem ini juga dapat memicu persaingan internal di dalam partai politik, karena kandidat-kandidat dari partai yang sama bersaing satu sama lain untuk memperoleh suara yang cukup untuk memperoleh kursi di parlemen.

Detail

Proporsional terbuka dan tertutup adalah dua konsep yang terkait dengan sistem proporsional dalam pemilihan umum atau pemungutan suara. Berikut adalah perbedaan antara proporsional terbuka dan tertutup:

Definisi

Sistem proporsional terbuka adalah sistem pemilihan umum di mana pemilih memilih kandidat secara individual, sedangkan sistem proporsional tertutup adalah sistem di mana pemilih memilih partai politik, dan partai tersebut menentukan siapa yang akan terpilih dari partai tersebut.

Pemilihan kandidat

Dalam sistem proporsional terbuka, pemilih memilih kandidat secara langsung, sedangkan dalam sistem proporsional tertutup, pemilih memilih partai politik.

Pilihan Partai

Dalam sistem proporsional terbuka, pemilih dapat memilih kandidat dari berbagai partai politik yang berbeda. Namun, dalam sistem proporsional tertutup, pemilih hanya dapat memilih partai politik, dan kandidat yang akan terpilih dari partai tersebut ditentukan oleh partai itu sendiri.

Keterwakilan

Sistem proporsional terbuka dapat memberikan keterwakilan yang lebih baik bagi minoritas dan kelompok kecil, karena pemilih dapat memilih kandidat secara individual, sementara sistem proporsional tertutup cenderung memberikan keunggulan kepada partai politik yang lebih besar.

Keterbukaan

Sistem proporsional terbuka lebih transparan dan terbuka daripada sistem proporsional tertutup, karena pemilih dapat melihat dan memilih kandidat secara individual.

Sistem proporsional tertutup dapat dianggap kurang transparan. Oleh karena itu, pemilih hanya dapat memilih partai politik dan tidak tahu siapa yang akan terpilih dari partai tersebut.

Keamanan

Sistem proporsional tertutup cenderung lebih aman dan stabil karena partai politik memiliki kendali penuh atas siapa yang akan terpilih dari partai tersebut. Di sisi lain, sistem proporsional terbuka dapat menimbulkan ketidakpastian, karena pemilih dapat memilih kandidat dari berbagai partai politik yang berbeda, dan hal ini dapat mengubah keterwakilan partai di parlemen atau badan legislatif lainnya.

Perbedaan di atas dapat membantu memahami perbedaan antara sistem proporsional terbuka dan tertutup. Pemilihan sistem proporsional mana yang lebih baik tergantung pada kebutuhan dan kondisi politik di negara yang bersangkutan.

 

Facebook
LinkedIn
Twitter
WhatsApp
Telegram

Ingin Menggunakan APEL?

Alat Bantu, sekaligus menjadi senjata Andalan untuk Calon Legislatif dan Eksekutif untuk memenangkan Pemilu 2024.

John Doe

Typically replies within a day

Powered by WpChatPlugins