fbpx

Cara Jitu Membangun Personal Branding Bagi Kontestan Pemilu

Era Demokrasi Digital Sudah Dimulai

Membangun personal branding bagi kontestan pemilu sangat penting. Karena personal branding menjadi cara konstentan dalam menunjukan pribadi dan dirinya.

Table of Contents

Membangun personal branding bagi kontestan pemilu sangat penting. Karena personal branding menjadi cara konstentan dalam menunjukan pribadi dan dirinya. Tentu saja, sebagai orang yang ingin menjadi wakil rakyat maka personal branding harus dibuat dengan jujur.

Namun, bukan berarti tidak tertata atau mengabaikan strategi penyampaiannya pada masyarakat luas. Para kontestan perlu memberikan sesuatu atau gambaran untuk memberitahu masyarakat luas bahwa konstentan memiliki kompetisi tersebut.

Siklus 5 C dari Agung Wasesa

Dalam buku Personal Branding Code dari Agung Wasesa, disebutkan ada berbagai elemen dalam membangun citra dalam branding diri. Hal ini membuat citra branding semakin strategik dan tepat sasaran. Siklus tersebut antara lain.

  1. Competency – bagian yang menjadi pembeda diri dengan orang lain yang sangat jelas. Misalnya saja, profesi atau tataran pikiran yang mendasar.
  2. Connectivity – berhubungan dengan competency di mana merupakan pengembangan dari kemampuan yang dimiliki. Jadi, bisa mencapai hubungan dengan orang lain di tataran tindakan.
  3. Creativity – Tataran tindakan untuk menciptakan inovasi pada branding diri, dengan menciptakan solusi baru atau mungkin ide yang menyegarkan.
  4. Contribution – Merupakan tataran tindakan untuk mengendalikan dan mempertahankan reputasi yang sudah diciptakan. Mengukur pengaruh keberadaan kontestan pada lingkungan.
  5. Compliance – menitikberatkan pada nilai kejujuran dan keterbukaan kontestan pada pendapat orang lain.

Aspek dan siklus di atas merupakan bagian-bagian yang harus dibangun dengan baik oleh para kontestan. Agung Wasesa memang sengaja membongkar sebuah rahasia penting tentang bagaimana caranya membangun sebuah reputasi positif hanya dengan personal branding.

Dengan berbekal sebuah pengalaman selama kurang lebih 22 tahun sebagai konsultan branding beberapa perusahaan, politisi, pejabat hingga Presiden beserta Ibu Negara mampu menjadikan penulis ini memberikan beragam informasi terkait metode penting dalam membangun citra positif yang berada dalam dirinya.

Penulis bahkan juga mengatakan dalam membangun citra positif ini penting sekali dilakukan dalam membina hubungan serta kerja sama dengan orang lain. Terlebih selama ini masyarakat begitu akrab sekali dengan yang namanya pencitraan.

Jadi dalam pikiran mereka hanyalah paradigma negatif bahkan beranggapan jika semua yang berbau pencitraan itu sesuatu hal yang tidak baik.

Padahal sebetulnya anggapan seperti itu tidaklah benar. Dari situ akhirnya penulis berusaha untuk membeberkan keempat siklus dalam personal branding yang perlu dipraktikkan oleh siapa pun agar mampu membangun citra positif dalam dirinya.

Adapun keempat siklus tersebut seperti halnya konektivitas, kreativitas, kompetensi bahkan juga kontribusi.

Dalam membangun personal branding memang dibutuhkan sebuah kompetensi. Sebab ada sekitar 50% energi personal branding dipersiapkan dalam membangun kompetensi tersebut.

Menurut penulis, kompetensi tersebut menjadi ujung tombak dari personal branding. Dari sini kita harus mampu membuat perbedaan yang benar-benar tajam serta bisa dengan mudah ditancapkan dalam pikiran audiensi.

Agung Wasesa menjelaskan tentang kata kunci dari personal branding yang sering terlupakan itu sebetulnya adalah ketekunan dalam melatih diri sekaligus kegigihan temukan keberuntungan. Sebetulnya keberuntungan ini tidak akan datang namun harus dicari dengan usaha sekaligus doa.

Beberapa personal branding yang sudah ia tangani seringkali mengalami kegagalan hanya karena tidak ada keinginan kuat yang berada dalam dirinya untuk menjadi pribadi gigih dan tekun.

Apabila kompetensi yang berada pada tataran pikiran, kreativitas serta konektivitas masuk dalam sebuah tindakan tentu saja bisa membangun kedekatan bersama target audience.

Dalam tataran yang terbilang strategis, kompetensi yang dikembangkan layaknya bibit dalam kebun. Tanpa adanya treatment, bibit tersebut hanya akan tumbuh apa adanya. Sehingga sulit sekali bagi kita mengharapkan hasil yang optimal.

Dari sini kita pun semakin paham, kompetensi yang sudah dipersiapkan matang tidak akan gunanya jika tidak diaktivasi menggunakan kreativitas sekaligus konektivitas. Yang harus kita ketahui sebetulnya fungsi utama koneksi ini tak lain hanyalah untuk memberikan jalan supaya kompetensi yang dimiliki seseorang mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Siklus lainnya yang mampu membangun personal branding tentu saja soal kreativitas. Dimana hal tersebut sangatlah perlu dilakukan supaya seseorang mampu membangun branding sebaik mungkin.

Bukan hanya dalam dunia industri semata namun personal branding serta kreativitas sepenuhnya dibutuhkan dalam menciptakan keberlangsungan hidup reputasi yang sudah dibangun.

Tentunya dalam konteks yang terkesan lebih lugas. Kreativitas menjadi bahan bakar pencipta sumber pendapatan dalam personal branding. Berkat hadirnya kreativitas mumpuni yang sudah dimiliki seseorang. Maka ia pun bisa melakukan beragam kontribusi yang mampu hadirkan manfaat besar untuk sekitarnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Membangun Personal Branding

Membangun personal branding melibatkan banyak aspek di dalamnya. Tidak banyak kandidat dalam pemilu yang menyadari bagaimana cara untuk memaksimalkan aspek-aspek ini. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan dalam membangun branding personal ini.

Kemasan Kontestan

Kemasan yang dimaksud disini bukanlah kemasan seperti produk-produk. Namun, bagaimana bagaimana kandidat dikenal oleh masyarakat. Tentu saja, kandidat menginginkan citra yang positif. Namun, penentuan ini harus dilakukan dengan jujur.

Maksudnya, para kontestan diharapkan untuk jujur mengenai dirinya. Tentu saja, dengan memaksimalkan potensi citra branding sebagai seorang individu.

Usahakan menampilkan potensi diri sebenarnya supaya mampu dikenal banyak orang. Mereka yang tertarik dengan potensi citra branding pastinya mengerti keunggulan anda. Jadi jangan ragu memunculkan potensi diri di tengah masyarakat.

Pesan dan Kesan

Pesan yang diberikan oleh kontestan adalah asek yang penting. Karena akan menimbulkan kesan tertentu pada masyarakat luas. Kesan inilah yang menjadi pondasi penting untuk membentuk personal branding kontestan.

Walaupun pesan yang disampaikan adalah hal yang baik, namun belum tentu menimbulkan kesan yang baik pula. Terutama, jika cara untuk menyampaikan pesan tersebut tidaklah terlalu baik atau tidak tertata sehingga menimbulkan salah paham.

Usahakan menyampaikan kesan dan pesan menggunakan kata ataupun kalimat yang menarik. Pastikan isinya mampu diterima oleh khalayak luas. Karena memang kesan maupun pesan ini menjadi penilaian tersendiri bagi mereka untuk para kandidat pemilu.

Visi Misi dan Program Kerja

Visi dan misi serta program kerja adalah aspek yang paling penting dalam menciptakan personal branding. Tidak hanya personal branding pada masa pemilihan saja, namun sekaligus untuk menunjukkan bahwa kontestan memang layak untuk dipilih.

Karena dari visi, misi serta program kerja yang ditawarkan oleh para kontestannya lah. Masyarakat luas menilai kelayakan dan kesesuaian para kontestan untuk menduduki sebuah jabatan. Apakah hal yang ditawarkan dan tujuannya sudah sesuai dengan harapan masyarakat.

Pastikan visi serta misi anda mampu diterima oleh masyarakat. Dimana anda bisa membuktikan jika anda memang tepat menduduki jabatan tertentu sesuai pilihan.

Tagline

Visi, misi dan program kerja harus bisa diterima oleh masyarakat dengan mudah. Karena itu, kontestan membutuhkan tagline. Tagline ini merupakan kalimat singkat yang bisa memberikan gambaran dan karakter dari para kontestan.

Tagline harus dibuat dengan sederhana namun dapat dengan mudah melekat dengan masyarakat. Tagline inilah yang akan menjadi jembatan kontestan dan masyarakat serta yang paling banyak berinteraksi dengan masyarakat.

Itulah tadi hal yang harus diperhatikan oleh para kontestan pemilu agar mereka mampu mencapai harapannya. Tanpa beragam hal tersebut pastinya mereka akan kesulitan memperoleh kepercayaan dari khalayak luas.

Betapa Pentingnya Personal Branding

Siapa saja tentu saja harus mampu berkomunikasi dengan jelas terkait siapa dirinya serta apa yang perlu mereka lakukan agar mampu menonjol di hadapan para kontestan lainnya.

Personal branding yang kuat mampu menjadikan para kontestan bisa dengan mudah membedakan berbagai hal serta menciptakan sebuah peluang tidak terduga. Apabila personal branding terbilang kuat tentu saja hal tersebut membawa kontestan menuju keberhasilan.

Berkat personal branding yang terbilang bagus maka seseorang bisa dengan cepat mengambil sebuah keputusan akankah kontestan patut dijadikan pilihan ataukah tidak. Mungkin banyak diantara para kontestan tidak mengerti akan pentingnya personal branding pada zaman serba digital ini.

Cara Tepat Membangun Personal Branding Sebagai Kontestan Pemilu

Sebagai kontestan pemilu seharusnya anda mengerti seperti apakah cara yang perlu dilakukan agar mampu membangun personal branding. Sebetulnya hal tersebut bukan hal yang mudah dilakukan. Dimana siapa saja bisa menerapkannya jika mengetahui caranya.

Adapun cara yang bisa ditempuh oleh para kontestan pemilu diantaranya:

Branding semakin dikembangkan

Sudah seharusnya sebagai kontestan pemilu mampu mengembangkan branding yang telah dimiliki. Pastinya anda bisa menemukan sesuatu hal, tema bahkan bidang yang diyakini dengan penuh semangat. Pastinya hal tersebut sudah anda kuasai sebagai keterampilan dan tentunya disesuaikan menurut kemampuan.

Anda bisa diajak bicara dengan mudah sesuai temanya.

Mengembangkan potensi diri

Siapa pun itu terlebih kontestan pemilu seharusnya mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Dimana dengan hal tersebut maka para pemilih dalam proses pemilu tidak akan meragukan kemampuan anda.

Usahakan untuk selalu mengembangkan potensi dalam diri. Hal tersebut bukan hanya berguna bagi anda sendiri namun juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap anda.

Jangan menampilkan citra diri palsu

Dalam menampilkan personal branding ini sama artinya anda menjunjung tinggi akan nilai kejujuran. Keaslian dari apa yang sudah dibangun kini mampu menjadi kunci terpenting dalam personal branding.

Ada banyak kontestan merasa ragu mempromosikan dirinya. Padahal namanya personal branding ini sangatlah menguntungkan bagi karirnya di masa depan. Sebetulnya personal branding ini bukan ajang pamer yang hanya membesarkan dirinya sendiri yang tergolong tidak relevan.

Namun para kontestan kali ini bisa mencoba memberikan bukti tambahan agar mampu perkuat kemampuan dari personal branding mereka.

Memperluas jaringan relasi

Relasi ataupun koneksi sekarang ini menjadi salah satu faktor penunjang terpenting saat membangun personal branding. Seringkali orang akan memperoleh pengakuan atas dirinya melalui orang lain.

Jadi testimoni dari relasinya mampu mendukung personal branding ini. Apalagi orang tersebut sudah mempunyai kedudukan ataupun nama baik dalam perusahaan bahkan lingkungan luar.

Sebetulnya dalam membangun personal branding ini sama seperti memperluas koneksi dengan orang lain. Inilah mengapa mempunyai relasi luas menjadikan seseorang semakin dikenal luas sebagai orang dengan personal branding terbaik bahkan mampu memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Memulai lewat media sosial

Seringkali media sosial dijadikan sebagai teman. Dimana media sosial ini memang mampu membentuk personal branding terbaik. Kali ini anda mampu memulainya dari sosial media. Usahakan memberikan pembaruan pribadi sekaligus profesional yang ada kaitannya dengan merek pribadi. Buatlah hubungan yang bermakna dengan para pengikut anda.

Buat konten semenarik mungkin

Kini pembuatan portofolio yang menarik ternyata mampu membangun personal branding para kontestan pemilu. Usahakan membuat konten paling menarik. Tentunya konten yang dihadirkan harus informatif, memiliki banyak manfaat bahkan tidak menyinggung SARA.

Selain itu usahakan pula isi dari kontennya mampu menyampaikan tujuan sekaligus apa yang memang ingin anda sampaikan. Jangan sampai lupa juga lakukan pengecekan ulang akankah konten yang sudah dibuat ada kaitannya dengan tujuan anda membangun personal branding ataukah belum.

Melalui hal tersebut nantinya mampu membantu anda bertemu orang penting apabila mereka melihat kontennya.

Baca Juga : Strategi Menang Pileg di Pemilu 2024

Sarana Membangun Personal Branding

Sebetulnya dalam membangun personal branding ini bisa dilakukan melalui beberapa sarana online terbaik. Hanya saja banyak kontestan pemilu belum mengetahuinya. Dari pada penasaran sebaiknya simak uraian berikut:

Blogging

Mempunyai situs blog menggunakan nama domain pribadi sekaligus isi tulisannya mengenai pandangan politik anda tentu saja menjadi hal yang menarik. Tidak ada salahnya mencoba menggunakan waktu luang untuk menulis.

Semisal saja meluangkan waktu sehari saja menulis dalam sebuah blog. Ngeblog merupakan cara paling efektif melakukan marketing melalui dunia maya.

Social networking

Facebook bahkan Friendster merupakan duo social networking yang tergolong besar sekali penggunanya bahkan tergolong cepat dalam kegiatan mengumpulkan massa. Indonesia kini sudah tercatat menjadi pengguna terbesar yang berada di dunia. Pengguna internet yang berada di Indonesia memang begitu banyak sekali. Dimana kebanyakan dari mereka menggunakan aplikasi tersebut untuk berbagai keperluan.

Personal branding menggunakan Facebook bisa saja memanfaatkan fasilitas pages ataupun groups. Dimana anda kini bisa tambahkan teman dengan batasan 5000 orang sehingga anda bisa mengalihkan strategi Add friends menuju Page yang ternyata tidak mempunyai batasan jumlah penggemarnya.

Perlu anda ketahui jika branding politik mempunyai peranan yang begitu penting sekali untuk organisasi politik. Seperti halnya kandidat, politisi, bahkan partai agar mampu mendulang dukungan. Bisa dikatakan branding politik ini mampu ciptakan identitas dari politisi.

Identitas tersebut mempermudah masyarakat dalam membedakan antara satu politisi dengan politikus yang lainnya. Hanya melalui image, identitas, bahkan reputasi diharapkan mampu ciptakan hubungan saling percaya antara konsumen politik dengan politisi.

Hadirnya branding politik mampu merubah dukungan, mempertahankan dukungan, image sekaligus reputasi parpol sampai politisi yang berkeinginan menjadi wakil rakyat. Dari brand yang telah dibangun politisi ini secara otomatis pastinya mampu membentuk kesan, perasaan bahkan image tersendiri dalam benak masyarakat tentang politisi.

Pada zaman serba digital ini pastinya konsultan komunikasi harus mampu berperan menjadi succes maker yang mampu ciptakan branding personal untuk para caleg yang mampu menarik perhatian para audiens dengan strategi bahkan kemampuan dalam public relations.

Terlebih di era serba digital seperti sekarang ini seringkali publik lebih menyukai pesan yang bergaya story telling. Sebab hal tersebut mampu menjadi kunci sukses untuk brand dalam menggiring persepsi supaya mampu diterima baik oleh publik sekaligus berbagai pendapat yang positif dalam media sosial.

Itulah cara jitu membangun personal branding bagi para kontestan pemilu. Untuk memaksimalkan rencana tersebut memanfaatkan aplikasi APEL-Aplikasi Pemenangan Eksekutif dan Legislatif untuk membuat proses branding lebih efisien.

Facebook
LinkedIn
Twitter
WhatsApp
Telegram

Ingin Menggunakan APEL?

Alat Bantu, sekaligus menjadi senjata Andalan untuk Calon Legislatif dan Eksekutif untuk memenangkan Pemilu 2024.

John Doe

Typically replies within a day

Powered by WpChatPlugins